Masuknya perusahaan rintisan (Startup) inovatif, kemajuan teknologi, dan investasi asing akan mendorong pertumbuhan Pasar Agritech Indonesia dengan perkiraan CAGR sebesar ~31,0% selama 2022-26: Studi Pasar dari Ken Research



indonesia-agritech-market

  • Kolaborasi Pemerintah Indonesia dengan perusahaan rintisan (Startup) dan peningkatan infrastruktur digital adalah faktor pendorong utama terhadap pertumbuhan untuk Industri Agritech.
  • Peningkatan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) telah memicu minat dalam pertanian. Kemajuan teknologi ini akan membantu petani untuk mengotomatisasi dan menstandardisasi praktik pertanian mereka.
  • Pasar Pertanian sebagai Layanan (Farming as a Services – FaaS) akan terus mendominasi pasar Agritech secara keseluruhan dengan memberikan kontribusi ~48% dari total pendapatan yang dihasilkan.

Dukungan dan Kolaborasi Pemerintah yang Berkelanjutan:

Kenaikan nilai pasar agritech akan didorong oleh dukungan pemerintah dalam bentuk hibah atau bantuan dan akses ke fasilitas penelitian pemerintah yang dapat mendorong pertumbuhan, terutama pada segmen yang kekurangan dana. Bekerja sama dengan jaringan mitra seperti pedagang, pembeli massal, mitra teknologi, dan lembaga penelitian akan berkontribusi pada nilai CAGR yang tinggi.

Tren Budidaya Akuakultur yang Meningkat:

Akuakultur, sebagai salah satu sektor bisnis yang tumbuh paling cepat, memiliki potensi untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ketahanan pangan. Masa depan akuakultur di Indonesia terlihat menjanjikan karena karakteristik lokasi geografis dan banyak perusahaan rintisan inovatif yang hadir dengan solusi hebat untuk pengelolaan ikan, makanan laut, udang, dll.

Kemajuan Teknologi di Bidang Pertanian:

Lebih banyak pemain diharapkan untuk datang dan mengembangkan teknologi sensor berbasis Internet of Things – IoT untuk pengumpulan data yang tidak memerlukan konektivitas internet setiap saat. Para pemain diharapkan akan mengaplikasikan pengelolaan data ke dalam sistem Blockchain sehingga bahan baku dapat langsung dilacak ke sumber-sumber yang mengupayakan dan menghasilkannya. Adopsi luas dalam pengaplikasian drone untuk penyemprotan pestisida dan yang lainnya, terutama di kalangan petani menengah dan besar sangat diharapkan dalam waktu dekat.

Peningkatan adopsi ponsel cerdas (smartphone):

Sektor seluler di Indonesia telah mengalami pertumbuhan secara besar-besaran, dibuktikan dengan 176 juta orang Indonesia yang kini berlangganan layanan seluler. Unsur penting di balik pertumbuhan ini adalah penggunaan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi yang cerdas untuk memacu kemajuan di semua sektor.

Laporan riset pasar berjudul “Indonesia Agritech Market Outlook to 2026: Driven by Innovative Startups and Influx of Foreign Investors” telah dipublikasikan oleh Ken Research, menunjukkan bahwa pasar Indonesia untuk sektor Agritech diperkirakan akan tumbuh lebih jauh dalam waktu dekat, dengan meningkatnya adopsi smartphone dan perangkat yang terhubung ke internet di kalangan petani Indonesia. Pasar diperkirakan akan mencatat CAGR positif ~31,0% berdasarkan pendapatan yang dihasilkan, selama periode perkiraan dari tahun 2022-2026.

Segmentasi Pembahasan Utama pada Laporan

Besar Pasar Agritech

Besar Pasar berdasarkan pendapatan yang dihasilkan, FY’16-FY’21

Besar pasar setiap sub-sektor Industri Agritech berdasarkan pendapatan yang dihasilkan, FY’16-FY’21

Segmentasi Pasar

Segmentasi perusahaan Startup berdasarkan sub-sektor Industri Agritech (FaaS, Fintech, Market Access, Agritech, Agri Biotech)

Segmentasi perusahaan Startup berdasarkan tahun pendirian (FY’13-FY’20)

Segmentasi perusahaan Startup Berdasarkan lokasi kota di Indonesia mencakup Jakarta, Bogor, Bandung, Malang, Yogyakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Yogyakarta, Lampung,)

Segmentasi perusahaan Startup Berdasarkan Tahap Pendanaan (Pre Seed, Seed, Series A, Series B, Convertible Note, Grant, Debt Financing)

Segmentasi perusahaan Startup berdasarkan Entitas Pendana (Asing, Domestik, Keduanya)

Tinjauan setiap sub-sektor dari kategori produk dan jasa  (FaaS, Fintech, Market Access, Agritech, Agri Biotech) berdasarkan

Model operasional bisnis

Lini masa Pemain Utama

Portofolio Layanan

Tantangan

Skenario Kompetitif

Perbandingan antara para Pemain Utama

Studi Kasus

Prospek & Proyeksi Masa Depan

Rekomendasi Analis

Narasumber utama

Perusahaan untuk produk dan jasa Farming as a Service (FaaS)

Perusahaan untuk produk dan jasa Agri Fintech

Perusahaan untuk produk dan jasa Agritech

Perusahaan untuk produk dan jasa Market Access

Perusahaan untuk produk dan jasa Agri Biotech

Petani/Nelayan

Investor

Regulator

Pemasok Pakan, Peralatan, Pupuk

Periode Waktu yang Tercatat dalam Laporan

Periode waktu secara historis: FY’16-FY’21

Periode waktu untuk perkiraan (forecasting): FY’22-FY’26

Perusahaan di Indonesia dalam ekosistem AgriTech

Perusahaan untuk kategori produk dan jasa Farming as a Service (FaaS)

Sayurbox

TaniSupply

Aruna

Perusahaan untuk kategori produk dan jasa Agri Fintech

TaniFund

eFishery

Koltiva

Para perusahaan untuk kategori produk dan jasa Market Access

8 Villages

Fishlog

Sgara

Para perusahaan untuk kategori produk dan jasa Agritech

Neurafarm

Dycodex

JALA

Para perusahaan untuk kategori produk dan jasa Agri Biotech

Pandawa Agri

Magalarva

FistX

Topik-topik utama pembahasan pada Laporan

Tinjauan Sektor Pertanian di Indonesia

Demografi pada Industri Pertanian di Indonesia

Sisi Permintaan: Skenario Pertanian di Indonesia

Sisi Pasokan: Skenario Pertanian di Indonesia

Tinjauan Pasar Agritech di Indonesia

Tinjauan untuk Alat dan Teknologi Digital pada sector Pertanian di Indonesia

Ekosistem Entitas Utama di Pasar Agritech di Indonesia

Model Operasional Bisnis Agritech

Besar Pasar Industri AgriTech

Besar Pasar sub-sektor Industri AgriTech dari kategori produk dan jasa

Segmentasi perusahaan Startup menurut Kategori Bisnis

Segmentasi perusahaan Startup menurut tahun pendirian

Segmentasi perusahaan Startup menurut Lokasi

Segmentasi perusahaan Startup menurut Tahap Pendanaan

Segmentasi perusahaan Startup menurut Entitas Pendanaan

Tren dan Perkembangan di pasar Agritech

Tantangan yang dihadapi oleh Startup Agritech

Lanskap Regulasi di pasar Agritech

Inisiatif Utama Pemerintah di pasar Agritech di Indonesia

Tren Teknologi di Industri Agritech

Analisis Porter untuk Industri Agritech Indonesia

Penggerak Pertumbuhan di Pasar Pertanian di Indonesia

Skenario Kompetisi antar sub sector Industri Agritech

Perbandingan antara Teknologi yang digunakan di Agritech Space

Tinjauan untuk sub sektor Industri: Farming as a Service (FaaS)

Tinjauan untuk sub sektor Industri: Agri Fintech

Tinjauan untuk sub sektor Industri: Market Access

Tinjauan untuk sub sektor Industri: Agritech (teknologi pertanian)

Tinjauan untuk sub sektor Industri: Agri Biotech

Analisis Permintaan dari masing-masing sub sektor Industri

Portofolio Layanan dari masing-masing sub sub sektor Industri

Perbandingan Silang antara para Pemain Utama

Studi Kasus (Chilibeli, Sayurbox, TaniFund, Crowde, eFishery, Koltiva, Dycodex, Aruna, Magalarva)

Prospek & Proyeksi Masa Depan

Rekomendasi Analis

Apa yang Ada di Depan untuk Industri Agritech?

Peta Jalan Teknologi (Technology Roadmap)

Diskusi Industri

Hubungi kami:
Ankur Gupta, Head Marketing & Communications
support@kenresearch.com

+91-9015378249

The post Masuknya perusahaan rintisan (Startup) inovatif, kemajuan teknologi, dan investasi asing akan mendorong pertumbuhan Pasar Agritech Indonesia dengan perkiraan CAGR sebesar ~31,0% selama 2022-26: Studi Pasar dari Ken Research appeared first on Ken Research.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.